Beranda
Internasional

Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun, Pasar Tunggu Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Review Hub Indo
17:00 14 Mei 2026 4 min

Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (13/5) di tengah ketidakpastian pasar global. Penurunan harga minyak mentah terjadi karena investor menunggu hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang diperkirakan membahas perdagangan internasional hingga ketegangan geopolitik energi.

Mengutip laporan terbaru dari Bloomberg, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 1,1 persen menjadi USD 101,02 per barel. Sementara harga minyak Brent kontrak Juli juga melemah sekitar 2 persen ke level USD 105,63 per barel setelah sebelumnya sempat menguat selama beberapa hari perdagangan terakhir.

Harga Minyak Dunia Dipengaruhi Konflik Timur Tengah

Pasar energi global saat ini masih dipengaruhi konflik Timur Tengah, terutama situasi Iran dan blokade di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi.

Trump menyatakan pembicaraan dengan Xi Jinping akan memprioritaskan negosiasi perdagangan dan pembahasan terkait Iran. China diketahui menjadi salah satu pembeli terbesar minyak ekspor Iran sehingga hubungan kedua negara berdampak besar terhadap stabilitas pasar energi global.

Selain faktor geopolitik, harga minyak dunia juga tertekan setelah pemerintah Amerika Serikat merilis data terbaru terkait persediaan energi. Laporan tersebut menunjukkan stok distilat AS naik sekitar 190 ribu barel pekan lalu. Kenaikan itu menjadi yang pertama sejak Maret dan sedikit meredakan kekhawatiran pasar terkait krisis pasokan energi global.

Meski demikian, cadangan minyak mentah Amerika Serikat justru mengalami penurunan cukup tajam hingga 4,3 juta barel atau lebih besar dibandingkan prediksi analis sebelumnya.

Senior Energy Trader CIBC Private Wealth Group, Rebecca Babin, mengatakan sebagian besar investor memilih menunggu hasil pertemuan Trump dan Xi sebelum mengambil posisi baru di pasar minyak dunia.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping terkait harga minyak dunia

Harga Minyak Mentah WTI dan Brent Melemah

Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memicu volatilitas harga minyak mentah dunia. Sejumlah negara Asia seperti Jepang mulai mencari alternatif pasokan minyak di luar kawasan Teluk Persia akibat terganggunya jalur distribusi energi.

Iran dilaporkan masih menutup akses Selat Hormuz sejak konflik dengan AS dan Israel pecah pada akhir Februari lalu. Situasi semakin rumit setelah adanya blokade angkatan laut AS terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Meski harga minyak hari ini mengalami penurunan, prospek pasar energi global masih dinilai bullish. International Energy Agency menyebut stok minyak global turun sekitar 4 juta barel per hari selama Maret hingga April 2026.

Di sisi lain, Arab Saudi melaporkan produksi minyak mereka turun ke level terendah sejak tahun 1990. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran terkait pasokan energi dunia menjelang meningkatnya permintaan pada musim panas.

Prediksi Harga Minyak Dunia dalam Waktu Dekat

IEA memperkirakan pasar minyak global masih akan mengalami kekurangan pasokan hingga Oktober mendatang meskipun konflik geopolitik mereda dalam waktu dekat.

Analis energi menilai kondisi pasar minyak saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dunia. Setiap pernyataan dari pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat, China, hingga Iran dapat memengaruhi pergerakan harga minyak hanya dalam hitungan jam.

Kenaikan harga energi juga mulai memengaruhi kondisi politik domestik Trump. Inflasi di AS meningkat akibat mahalnya harga energi dan lonjakan harga bensin yang kini berada di level tertinggi sejak 2022. Situasi tersebut diperkirakan akan menjadi isu penting menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November mendatang.

Selain berdampak pada sektor energi, kenaikan harga minyak dunia juga mulai memengaruhi biaya logistik dan transportasi internasional. Sejumlah negara importir minyak diperkirakan akan menghadapi tekanan inflasi apabila harga energi terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, aktivitas ekspor minyak Iran dilaporkan mulai melambat dalam beberapa hari terakhir. Pengiriman minyak dari terminal utama Iran bahkan disebut sempat terhenti akibat meningkatnya ketegangan regional.

Di Asia Tenggara, perusahaan minyak milik negara Vietnam meminta pemerintah AS memberikan izin bagi kapal tanker super pengangkut minyak mentah agar dapat melewati blokade laut di sekitar Teluk Persia. Jalur tersebut dinilai sangat penting bagi stabilitas ekonomi dan kebutuhan energi Vietnam.

Pengamat pasar menilai volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan berlanjut selama konflik Timur Tengah belum mereda sepenuhnya. Investor global kini terus memantau perkembangan diplomasi internasional dan kondisi pasokan energi dunia sebagai faktor utama penentu arah pasar minyak dalam waktu dekat.

Baca juga berita ekonomi dan internasional terbaru lainnya di Lintas Mediatama Indonesia

Bagikan
Bagikan Artikel Ini
Link artikel berhasil disalin

Review Hub Indo

Beranda Berita Video Breaking HOT Akun
Link berhasil disalin!