Beranda
Lintas Karawang

Ucapan “Media Butuh Duit” Oknum Korwilcambidik Tirtajaya Tuai Kecaman Insan Pers

Review Hub Indo
16:31 14 Mei 2026 4 min

Media butuh duit menjadi ucapan kontroversial yang kini ramai diperbincangkan publik setelah dilontarkan seorang oknum pengawas di lingkungan Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Pernyataan tersebut menuai kecaman dari kalangan insan pers dan organisasi media karena dinilai merendahkan profesi wartawan.

Polemik ini muncul saat sejumlah wartawan melakukan konfirmasi terkait dugaan adanya siswa yang mengalami pingsan dalam kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Tirtajaya yang digelar di Lapang Bola Medankarya, Karawang.

Ucapan “Media Butuh Duit” Jadi Sorotan Publik

Polemik bermula ketika sejumlah wartawan media online mendatangi Kantor Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya pada Rabu (13/05/2026) guna meminta klarifikasi terkait informasi siswa yang diduga jatuh pingsan saat kegiatan olahraga berlangsung.

Namun dalam proses konfirmasi tersebut, oknum pengawas berinisial MY justru melontarkan ucapan yang dinilai merendahkan profesi wartawan.

“Ya kalau media melakukan konfirmasi dan mencari informasi silakan, itu sah-sah saja karena memang sudah tugasnya, tapi pada kenyataannya media itu butuh duit,” ujar MY di hadapan wartawan.

Ucapan “media butuh duit” tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak karena dianggap menggeneralisasi profesi wartawan tanpa menyebut adanya oknum tertentu.

media butuh duit Korwilcambidik Tirtajaya

Wartawan dan Organisasi Media Bereaksi

Kalangan insan pers menilai ucapan tersebut dapat mencoreng profesi jurnalistik yang selama ini menjalankan tugas berdasarkan kode etik dan fungsi kontrol sosial.

Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia, Endang Nupo, mengecam keras pernyataan tersebut. Menurutnya, seorang pejabat publik tidak seharusnya mengeluarkan ucapan yang berpotensi mendiskreditkan profesi wartawan.

“Pernyataan itu sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat di lingkungan pendidikan. Kalimat ‘media itu butuh duit’ merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan menyudutkan profesi wartawan secara keseluruhan,” tegas Endang.

Ia juga menegaskan bahwa pers merupakan pilar demokrasi yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik serta menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.

Dugaan Siswa Pingsan Jadi Perhatian

Selain ucapan kontroversial tersebut, publik juga menyoroti dugaan adanya sejumlah siswa yang mengalami pingsan saat kegiatan olahraga berlangsung.

Sejumlah wartawan mencoba menggali informasi terkait kesiapan panitia, kondisi kesehatan siswa, hingga mekanisme penanganan medis di lokasi kegiatan. Namun proses klarifikasi justru berkembang menjadi polemik setelah munculnya ucapan “media butuh duit” dari oknum pengawas tersebut.

Alih-alih memberikan penjelasan secara detail terkait kondisi di lapangan, pihak Korwilcambidik Tirtajaya dinilai mengeluarkan pernyataan yang memperkeruh situasi dan memancing kemarahan insan pers.

BKPSDM Karawang Didesak Evaluasi Oknum Pengawas

Sejumlah pihak kini mendesak BKPSDM Kabupaten Karawang untuk segera melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap oknum pengawas tersebut.

Selain evaluasi, muncul pula dorongan agar yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka demi menjaga hubungan baik antara institusi pendidikan dan media.

Pers dinilai bukan lawan pemerintah maupun lembaga pendidikan, melainkan mitra kritis dalam memastikan kegiatan publik berjalan secara transparan, aman, dan akuntabel.

Pengamat komunikasi publik menilai hubungan baik antara pemerintah, dunia pendidikan, dan media sangat penting untuk menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Peran Pers dalam Kontrol Sosial

Dalam sistem demokrasi, pers memiliki fungsi penting sebagai kontrol sosial serta penyampai informasi kepada publik. Karena itu, pernyataan yang dianggap mendiskreditkan profesi wartawan dinilai tidak bisa dianggap sepele.

Sejumlah insan pers berharap polemik ucapan “media butuh duit” ini menjadi pembelajaran agar pejabat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada media dan masyarakat.

Masyarakat juga diharapkan dapat melihat persoalan ini secara objektif serta memahami pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya. Hingga kini, polemik terkait ucapan tersebut masih menjadi perhatian publik dan terus menuai berbagai tanggapan dari kalangan wartawan maupun masyarakat luas di Kabupaten Karawang.

Sejumlah pengamat menilai hubungan harmonis antara pemerintah, institusi pendidikan, dan media harus tetap dijaga demi terciptanya keterbukaan informasi publik yang sehat. Media dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan fakta di lapangan sehingga setiap kritik maupun klarifikasi seharusnya dapat disikapi secara profesional dan terbuka.

Informasi awal mengenai polemik ini juga dimuat oleh LintasKarawang.com sebagai sumber pemberitaan awal.

Baca juga berita Karawang terbaru lainnya di Lintas Mediatama Indonesia

Penulis: Apih Kasur
Editor: Aan Ade Warino

Bagikan
Bagikan Artikel Ini
Link artikel berhasil disalin

Review Hub Indo

Advertisement

Pilihan Editor

Berita Lintas Karawang Lainnya

Sedang Viral

Jangan Lewatkan

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Beranda Berita Video Breaking HOT Akun
Link berhasil disalin!