Beranda
Nasional

Viral Netizen Bandingkan Pidato Prabowo dan BJ Habibie Saat Rupiah Anjlok, Publik Soroti Dampak Dolar terhadap Rakyat Kecil

Lintas Mediatama Indonesia
18:14 18 Mei 2026 2 min

Jakarta | Lintas Mediatama Indonesia – Jagat media sosial kembali diramaikan dengan perbandingan antara gaya komunikasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden ke-3 RI B. J. Habibie dalam merespons tekanan ekonomi, khususnya saat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan tajam.

Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah warganet membagikan kembali video wawancara lawas BJ Habibie bersama Najwa Shihab yang membahas langkah-langkah yang diambil pemerintah saat menghadapi krisis moneter 1998. Dalam tayangan tersebut, Habibie menekankan pentingnya pengorbanan, keberanian mengambil keputusan, dan empati terhadap kondisi masyarakat demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Video tersebut kemudian dibandingkan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan disebut telah menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS. Salah satu pernyataan yang ramai menjadi sorotan adalah anggapan bahwa masyarakat desa tidak terlalu terdampak oleh kenaikan dolar karena tidak memegang mata uang asing tersebut secara langsung.

Pernyataan itu memicu berbagai reaksi dari publik. Banyak netizen menilai bahwa meskipun warga desa tidak memiliki dolar AS, mereka tetap merasakan dampak pelemahan rupiah melalui kenaikan harga bahan pokok, pupuk, BBM, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan lain yang bergantung pada impor atau komponen dari luar negeri.

“Bukan soal punya dolar atau tidak, tetapi semua harga ikut naik ketika rupiah melemah,” tulis salah satu pengguna media sosial yang komentarnya mendapat ribuan tanggapan.

Perbandingan antara Habibie dan Prabowo pun berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana seorang pemimpin seharusnya berkomunikasi di tengah tekanan ekonomi. Banyak masyarakat menilai bahwa penyampaian pesan yang penuh empati dan ketegasan sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik serta meredam keresahan sosial.

BJ Habibie sendiri dikenal sebagai sosok teknokrat yang memiliki latar belakang kuat di bidang teknologi dan ekonomi. Kepemimpinannya pada masa pasca-krisis 1998 kerap dikenang karena pendekatan rasional dan komunikasi yang menenangkan masyarakat di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto hingga kini terus menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk tekanan global yang memengaruhi nilai tukar rupiah dan harga-harga kebutuhan pokok.

Fenomena viral ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin kritis dalam menilai setiap pernyataan pemimpin nasional. Di era digital, komunikasi publik tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi cerminan kepemimpinan dan sensitivitas terhadap kondisi rakyat.
Lintas Media Indonesia

Bagikan
Bagikan Artikel Ini
Link artikel berhasil disalin

Lintas Mediatama Indonesia

Advertisement

Pilihan Editor

Berita Nasional Lainnya

Sedang Viral

Jangan Lewatkan

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Beranda Berita Video Breaking HOT Akun
Link berhasil disalin!