Beranda
Lintas Bekasi

Dari Gerobak Gorengan ke Balai Desa, Ayatulloh Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia

Lintas Mediatama Indonesia
23:16 • 28 September 2026 • 3 min

BEKASI, Lintas Mediatama Indonesia – Perjalanan hidup Ayatulloh, warga Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian setelah dirinya terpilih sebagai Kepala Desa Pahlawan Setia periode 2026–2034.

Sebelum dipercaya memimpin pemerintahan desa, Ayatulloh dikenal sebagai pedagang gorengan dan kopi yang sehari-hari berjualan di depan rumah. Selama hampir satu dekade menjalani aktivitas tersebut, ia tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.

Dari tempat sederhana itulah, berbagai cerita dan persoalan warga kerap terdengar. Mulai dari persoalan pelayanan masyarakat, pembangunan lingkungan, hingga berbagai kebutuhan warga sehari-hari.

Kini, kehidupan Ayatulloh memasuki babak baru. Dari aktivitas berjualan gorengan dan kopi, ia mendapatkan amanah untuk memimpin Desa Pahlawan Setia selama periode 2026–2034.

Raih 4.174 Suara

Dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia yang digelar pada September 2026, Ayatulloh maju sebagai calon kepala desa nomor urut 2.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Ayatulloh memperoleh 4.174 suara. Perolehan tersebut menempatkannya sebagai kandidat dengan suara terbanyak.

Ia mengungguli calon nomor urut 1, Zainal Abidin, yang memperoleh 3.434 suara, serta calon nomor urut 3, Zaid Husain, yang meraih 2.248 suara.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Ayatulloh menuju kursi Kepala Desa Pahlawan Setia.

Kemenangan itu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Sebab, sebelum mengikuti kontestasi Pilkades, Ayatulloh menjalani berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain dikenal sebagai pedagang gorengan dan kopi, ia juga pernah bekerja sebagai buruh pabrik dan kenek bangunan.

Berawal dari Interaksi dengan Warga

Keputusan Ayatulloh maju dalam Pilkades tidak terlepas dari dukungan masyarakat.

Aktivitasnya sebagai pedagang membuat dirinya memiliki kesempatan untuk bertemu dan berkomunikasi dengan banyak warga setiap hari. Warung sederhana tempat ia menjajakan gorengan dan kopi menjadi ruang pertemuan informal dengan masyarakat.

Dari interaksi tersebut, ia mendengar langsung berbagai persoalan yang dirasakan warga.

Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu alasan Ayatulloh memberanikan diri mengikuti Pilkades. Ia membawa gagasan agar pemerintahan desa lebih dekat dengan masyarakat dan terbuka terhadap berbagai aspirasi warga.

Kisah tersebut juga menunjukkan bahwa pengalaman hidup di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang menuju pemerintahan desa.

Ingin Pemerintahan Desa Lebih Transparan

Setelah memperoleh kepercayaan masyarakat, Ayatulloh menyampaikan komitmennya untuk mendengarkan aspirasi warga dalam menjalankan pemerintahan Desa Pahlawan Setia.

Ia juga menaruh perhatian pada keterbukaan pemerintahan, termasuk mengenai program kerja dan anggaran desa.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah membuka informasi mengenai program serta anggaran desa melalui media sosial resmi Pemerintah Desa Pahlawan Setia.

Bagi Ayatulloh, keterbukaan informasi menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengetahui arah pembangunan dan penggunaan anggaran desa.

Sejumlah Pekerjaan Rumah Menanti

Setelah terpilih, sejumlah persoalan di Desa Pahlawan Setia menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi pemerintahan desa ke depan.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan kebutuhan Tempat Pemakaman Umum (TPU), persoalan tanah kas desa, serta penguatan kembali peran pemuda melalui organisasi kepemudaan dan karang taruna.

Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan, pembangunan infrastruktur, penerangan lingkungan, saluran air, hingga kebersihan sungai juga menjadi sejumlah hal yang mendapat perhatian.

Berbagai persoalan tersebut tentunya membutuhkan perencanaan dan pengelolaan pemerintahan yang melibatkan masyarakat.

Dari Pedagang Menjadi Pemimpin Desa

Perjalanan Ayatulloh dari pedagang gorengan dan kopi hingga dipercaya menjadi kepala desa menjadi salah satu cerita menarik dalam Pilkades Kabupaten Bekasi 2026.

Pengalaman tersebut memperlihatkan beragamnya latar belakang masyarakat yang ikut dalam kontestasi kepemimpinan desa.

Kini, tantangan baru berada di depan Ayatulloh. Amanah sebagai kepala desa bukan lagi sekadar tentang memenangkan pemilihan, tetapi bagaimana menjalankan pemerintahan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta merealisasikan program pembangunan sesuai kebutuhan Desa Pahlawan Setia.

Dari gerobak gorengan hingga balai desa, perjalanan Ayatulloh memasuki babak baru: menjalankan amanah warga dan membawa pengalaman hidupnya di tengah masyarakat ke dalam pemerintahan Desa Pahlawan Setia.

(Redaksi/Lintas Mediatama Indonesia)

Bagikan
Bagikan Artikel Ini
Link artikel berhasil disalin

Lintas Mediatama Indonesia

Beranda Berita Video Breaking HOT Akun
Link berhasil disalin!